IAINU Kebumen >> Istilah karakter berasal dari bahasa Yunani, charassein, yang berarti to engrave atau mengukir. Membentuk karakter diibaratkan seperti mengukir di atas batu permata atau permukaan besi yang keras. Dari sinilah kemudian berkembang pengertian karakter yang diartikan sebagai tanda khusus atau pola perilaku. Istilah ini lebih fokus pada tindakan atau tingkah laku. Ada dua pengertian tentang karakter. Pertama, ia menunjukkan bagaimana seseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru dapat disebut berkarakter (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral.
Menurut Gordon W.Allport yang dikutip dalam bukunya Sri Narwanti, mengemukakan karakter merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia. Karakter bukan sekadar sebuah kepribadian (personality) karena karakter sesungguhnya adalah kepribadian yang ternilai (personality evaluated).
Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran, dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.
Dengan demikian yang dimaksud karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
B. Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter menurut Agus Prasetyo dan Emusti Rivasintha dalam bukunya Syamsul Kurniawan adalah sebagai suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusi insan kamil.
Menurut Agus Wibowo dalam bukunya Syamsul Kurniawan, mendefinisikan pendidikan karakter sebagai pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter-karakter luhur kepada anak didik sehingga mereka memiliki karakter luhur tersebut, menerapkan dan mempraktikkan dalam kehidupannya, entah dalam keluarga, sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
Nama : Ummu Hani Atiqoh
Kelas : PAI/VIII/A
NIM : 14115327
Kelas : PAI/VIII/A
NIM : 14115327

Posting Komentar